Friday, November 17, 2017

Resensi "Rentang Kisah" Gitasav

Merentang Kisah Menggapai Asa
Zidni Nur Rahmawati



Identitas Buku
Judul buku                  : Rentang Kisah
Penulis                         : Gita Savitri Devi
Editor                          : Ry Azzura
Penerbit                       : Gagas Media, Jakarta
Tahun terbit                 : 2017
Cetakan ke                  : 1
Tebal buku                  : vii + 208 halaman
Harga buku                 : Rp 60.000,-

Gita Savitri Devi adalah seorang mahasiswi yang menempuh studi di Freire Universitat Berlin di Jerman. Ia terkenal karena keaktifannya dalam membuat video blog (vlog) yang menginsprasi dan bersifat kritis. Selain aktif sebagai seorang youtuber, ia juga aktif menulis di blog. Buku “Rentang Kisah” adalah buku pertama yang ditulis oleh Gita Savitri Devi. Berisi autobiografi seorang Gitasav, yaitu pengalaman pribadi yang dialami oleh penulis sendiri.
            Buku “Rentang Kisah” menceritakan pengalaman hidup seorang Gitasav mulai dari SMA hingga saat ini. Diawal pembahasan, ia menceritakan masa-masa SMA nya yang kekanak-kanakan, dan kurang mempunyai hubungan baik dengan ibunya yang mendidiknya dengan keras, namun sebenarnya adalah sosok ibu yang penuh kasih sayang dan perhatian. Pembahasan selanjutnya membicarakan mengenai kegalauannya dalam melanjutkan studi. Dimana perjuangannya dalam mendapatkan universitas yang dia inginkan, ITB, harus dilema lagi dengan tawaran ibunya untuk berkuliah ke Jerman. Pada bagian ini, seorang Gitasav menceritakan kekecewaanya ketika semua rencana yang telah dibuat harus dirombak total. Peristiwa yang membuatnya beajar untuk selalu berprasangka baik kepada jalan yang ditentukan Allah.
Gita Savitri Devi juga menceritakan mengenai kisah asmaranya, yang sempat dikhianati oleh sang kekasih yang ada di Indonesia sampai pertemuannya dengan seseorang yang dianggap sebagai teman hidup. Hubungan berbeda agama yang dialaminya pada awal hubungan sempat membuat kisah hidupnya semakin pelik. Hingga suatu saat hidayah menjemput seorang Paulus dan merubahnya menjadi pribadi yang lebih baik dan terus mempelajari Islam. Pencarian hakikat hidup membuat Gita bersemangat dalam mempelajari ilmu agama. Segala peristiwa yang dialami Gita lambat laun membuatnya lebih dekat dengan Allah. Dan dengan segala hikmah yang ia dapat, ia semakin mantap untuk berhijrah dan mulai berhijab. Segala ketenangan yang ia dapat dan berbagai peristiwa yang dialami setelah berhijrah tidak luput dari pembahasan buku ini. Ia mencoba hidup bagaikan air mengalir dengan tidak memaksakan kehendaknya, tetapi lebih memasrahkan kehendak-Nya. Bagian akhir buku berisi berbagai tulisan Gita di blog yang ia buat.
Buku dikemas dengan sampul perpaduan warna biru dan abu-abu yang terkesan sederhana namun elegan. Dengan isi buku menggunakan kertas berwarna kuning yang cukup tebal dan beberapa ornemen unik serta foto pemandangan di Jerman, untuk setiap judul tema pada buku. Sudut pandang orang pertama (aku, gue) cukup memudahkan pembaca dalam memahami isi cerita karena terkesan seperti mendengarkan orang yang sedang bercerita. Bahasanya cukup santai karena menggunakan bahasa nonformal. Penyisipan bahasa Inggris di beberapa istilah dan kalimat dalam bahasa Inggris cukup membuat bahasa kita terasah.
Dari segi kaidah penulisan, ada beberapa kata yang kurang konsisten dalam penulisan huruf kapitalnya. Ada beberapa penulisan tanda baca yang menurut saya kurang tepat. Serta beberapa cerita yang alurnya agak membingungkan karena dibahas berulang kali pada bab sebelumnya. Buku tidak setebal yang terlihat, karena kertas yang digunakan lebih tebal dari umumnya.

Keseluruhan dari buku ini cukup memuaskan. Harga yang dibandrol pun cukup sepadan dengan isi yang tidak terlalu monoton karena beberapa foto serta ornamen yang menarik. Bahasa yang digunakan memudahkan pembaca dalam memahami cerita layaknya curhatan seorang teman. Ketika membaca pun tidak terasa membosankan, hingga tak terasa sudah selesai. Hanya saja, mungkin ketebalan buku tidak sesuai ekspektasi kita terhadap jumlah halamannya.

0 comments:

Post a Comment