Tersesat di Jalan "Yang Benar"
Jalan yang sebelumnya sempat dituju
Kini beralih baru
Asa yang pernah terrangkai
Kini lenyap satu persatu
Sebuah pilihan, pernah saja salah
Sebuah harapan, bisa saja sirna
Ketika sebuah cahaya menyinarinya
Dan berharap menjadi pribadi lebih baik dari sebelumnya
Yang satu menjanjikan kenikmatan dunia dan seisinya
Yang satu menjanjikan dunia dan akhiratnya
Kenapa harus berfikir?
Akal yang diberikan oleh-Nya tidak cukupkah untuk menyimpulkan?
Mulailah hidup untuk mati
Dan mati untuk hidup
Carilah hakikatnya
Dan kau akan menemukan jawaban
Atas pilihan yang kau sempat tanya...
Bahwa dunia dan seisinya tidak lebih baik dari selangkah tapak kaki syurga
Oleh : Zidnoy NR






0 comments:
Post a Comment