Friday, October 27, 2017

Puisi "Pilihan"



Tersesat di Jalan "Yang Benar"





Jalan yang sebelumnya sempat dituju

Kini beralih baru

Asa yang pernah terrangkai

Kini lenyap satu persatu

Sebuah pilihan, pernah saja salah

Sebuah harapan, bisa saja sirna

Ketika sebuah cahaya menyinarinya

Dan berharap menjadi pribadi lebih baik dari sebelumnya

Yang satu menjanjikan kenikmatan dunia dan seisinya

Yang satu menjanjikan dunia dan akhiratnya

Kenapa harus berfikir?

Akal yang diberikan oleh-Nya tidak cukupkah untuk menyimpulkan?

Mulailah hidup untuk mati

Dan mati untuk hidup

Carilah hakikatnya

Dan kau akan menemukan jawaban

Atas pilihan yang kau sempat tanya...

Bahwa dunia dan seisinya tidak lebih baik dari selangkah tapak kaki syurga




Oleh : Zidnoy NR

0 comments:

Post a Comment